Lerning’s Weblog

Economic-Accounting

Alasan orang kredit motor

macetMembeli dangan cara kredit sudah merupakan hal yang sangat biasa di masyarakat, khususnya  kredit sepeda motor.  Setiap orang dapat mengajukan kredit kepemilikan sepeda motor dengan sangat mudah dan murah. Ditunjang lagi semakin banyakanya perusahaan pembiayaan atau sering disebut leasing. Pada saat ini justru terjadi kondisi surplus/over supply, dimana perusahaan pembiayaan/leasing mengalami kelebihan dana untuk dibelanjakan, maka yang terjadi leasing berlomba-lomba untuk mendapatkan konsumen dengan berbagai cara, salah satunya dengan program DP yang sangat murah, angsuran yang bersaing, dengan harapan dapat menambah volume penjualan dalam hal ini bertambahnya jumlah konsumen yang mengajukan kredit sepeda motor. Dengan keadaan yang seperti ini mengakibatkan masyarakat cenderung untuk memiliki sepeda motor dengan cara kredit yang terkadang tidak lagi mempertimbangkan kemampuan keuangan mereka. Dampaknya akan sangat terasakan oleh pihak leasing bila semakin banyak konsumen mereka yang tidak sanggup untuk membayar cicilan/angsuran perbulannya, untung yang diharapakan tetapi justru kerugian yang akan mereka (leasing) peroleh. Karena semakin tinggi tingkat konsumen yang diberikan kredit, maka semakin tinggi pula resiko yang harus ditanggung oleh perusahaan leasing.  Bagaimanapun, jika motor sampai tertarik oleh leasing karena konsumen tidak mampu membayar lagi (kredit macet) pihak yang paling dirugikan adalah konsumen. Maka dari itu, sebaiknya sebelum kita memutuskan untuk mengajukan kredit kendaraan (khususnya motor) harus dipertimbangkan tingkat kemampuan keuangan kita dengan baik, walaupun kita tidak pernah tahu tingkat kemampuan keuangan kita kedepan, paling tidak resiko motor ditarik bisa diperkecil.

Juni 16, 2008 - Ditulis oleh lerning | Kredit Motor | , , , , | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar